Posts

Showing posts with the label PERIKANAN

HALLO PERIKANAN GARUT

Image
Bismillaahirrahmaanirrahiim ... Assalamu'alaikum teman-teman pembaca yang budiman dan insyallah selalu berfikir positif di setiap langkah dan helaan nafasnya. Kali ini, saya akan sedikit mengulas mengenai bidang yang saya geluti semenjak menginjak bangku kuliah sampai saat ini, yaitu perikanan. Untuk kali ini saya ingin menyinggung masalah perikanan budidaya. Sederhananya, bagi masyarakat awam yang belum mengenal lebih jauh mengenai perikanan saya akan kupas sedikit. Perikanan yang kita kenal tidak melulu mengenai penangkapan ikan di laut, *yang dulu banyak digembor gemborkan oleh Menteri Kelautan Perikanan periode lalu yaitu Bu Susi. Perikanan pun bukan hanya sekedar melihara ikan nila atau mas. Jauh lebih luas daripada cakupan itu. Ada perikanan tangkap ada perikanan budidaya. Lah apalagi itu ya ??? Kegiatan penebaran ikan di Situ SKJ Kec. Leuwigoong Kab. Garut Pict by : Dinas Perikanan dan Peternakan Kab. Garut Perikanan tangkap mencakup kegiatan perikan...

Cromileptes Altivelis

Image
cientific Name Chromileptes altivelis Reef Compatible With Caution Care Level Intermediate Disposition Aggressive Min. Tank Size 150 gallons Mature Size 27 inches Diet Carnivore Range Indo-Pacific Size Class 15 Other Common Names Polka-Dot Grouper, Panther Fish, Barramundi Cod, Humpback Grouper Description Panther Groupers are often purchased for their cute clownfish like swimming patterns. It should be noted that the cute little grouper is going to grow up to be almost 28 inches long quite quickly! This charmer is a great addition to a fish only community that consists of other large size fish. The Panther Grouper will practically ignore every other fish in the tank providing it can’t eat it.. Groupers are ambush predators and will spend much of their time hiding and watching for easy prey. Groupers should be housed in large aquariums with good filtration. Caution should be considered when adding this animal to a community tank as it will eat any fish or crustacean tha...

U dan G

malam ini,,, mu cerita cerita tentang udang. eumh yang aku tahu saja yah, heu [rada sok tau tea] udang, ngurusnya harus U(Ulet), D(Dingin), A(Aktif), N(Niat), G(Giat). eumh , kumargi nuju PKL abdi di udang vaname, so i wanna tell about this shrimp. hoho vaname dateng ke indonesia pada tahun 2001, aslinya sih dia dari amerika latin. c vaname ini ni terkenal karena ada out break sama ujang windu. jadi aza vaname menduduki tingkat teratas di kelas udang. hehe udang vaname lebih rentan sama WSSV daripada windu,,, tanya kenapa dong .. heuheu kabarnya sih dari penelitian orang terdapatnya perbedaan kekebalan tubuhnya terhadap serangan White Spot Syndrome Virus (WSSV). Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan sebagai dasar pembuatan marker identifikasi udang vannamei yang tahan dan terserang WSSV. Lebih jauh gabungan antara ekspresi gen ICP11, gen pengkode ketahanan hemosianin dan gen pengkode ketahanan tripsin dapat dimanfaatkan sebagai dasar kegiatan pemuliaan dalam hal seleksi in...

Ekspresi Gen Ketahanan dan Kerentanan Udang Vannamei sebagai Respon WSSV

Fakta menunjukkan adanya perbedaan secara genetik antara udang vannamei, yang berdampak kepada perbedaan kekebalan tubuhnya terhadap serangan White Spot Syndrome Virus (WSSV). Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan sebagai dasar pembuatan marker identifikasi udang vannamei yang tahan dan terserang WSSV. Lebih jauh gabungan antara ekspresi gen ICP11, gen pengkode ketahanan hemosianin dan gen pengkode ketahanan tripsin dapat dimanfaatkan sebagai dasar kegiatan pemuliaan dalam hal seleksi induk yang tahan terhadap penyakit WSSV. Demikian disampaikan Dr Yuni Kilawati SPi, MSi dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) pada Ujian Disertasi Terbuka, Senin (21/3). Bertindak selaku promotor Prof Win Darmanto Msi PhD dan Kopromotor Dr Sri Rahayu Dra Mkes. Yuni lulus dengan predikat cumlaude dari Program Studi S3 MIPA Pascasarjana Universitas Airlangga. Perbedaan kualitas udang vannamei ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain pengaruh lingkungan, kualitas pakan dan kualitas i...

DIscus

Image
Habitat asli diskus (Symphysodon discus) adalah Rio Negro dan perairan tenang Sungai Amazon. Sifatnya omnivora. Gerakannya sangat halus. Ikan ini pun terkenal sebagai "King of Aquarium". Disebut diskus karena bentuk tubuhnya bulat seperti cakram. Ada empat spesies diskus yang dibudidayakan walaupun semuanya disebut sebagai diskus, yaitu Heckel Discus (Symphysodon discus), Brown Discus (Symphysodon aequifasciata axetrodi), Green Discus (Symphysodon aequifasciata aequifasciata), dan Blue Discus (Symphysodon aequifasciata haroldi). Oleh karena penggemarnya sangat banyak, kreativitas peternak dan hobiis sangat diperlukan untuk memunculkan varietas baru yang lebih bagus. Hingga saat ini ada banyak varietas diskus, di antaranya ialah Red Pigeon, Marlboro, Brown Discus, dan Cobalt. Suhu yang baik untuk pemeliharaan diskus berkisar 25-30° C. Sementara kisaran kualitas air seperti keasaman (pH) cukup lebar sekitar 5-6,5 dan kekerasan air lunak antara 3-5° dH. Pemijahan disku...

DAFTAR BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN SAAT BUDIDAYA UDANG

Image
1. Aquazyme Komposisi tiap kg mengandung : - Bahan berkhasiat  Bacillus subtilis 5,5 x 109 CFU - Bahan pembantu  Soya bean ad. 1 kg - Moisture content  air 4,6 % Indikasi : - Memperbaiki air dari overblooming dan kerusakan dasar - Menghilangkan jasad terapung dan gas-gas - Dicampur ikan segar dapat menghilangkan polusi - Memperbaiki kualitas mutu air dari pembusukan dasar - Memperbaiki overblooming algae Dosis : - 3 – 5 hari sebelum penebaran benur  0.5 – 1 ppm - Untuk pemakaian berkala  0,5 ppm 2. Premium C Aquatic Vitamin C, mengatasi segala bentuk stress Tiap g mengandung : vitamin C 400 mg Dosis : ikan  1 g / 4 – 8 g pakan Udang  1 g / 4 kg pakan Cara pemakaian : - Takar obat sesuai kebutuhan berdasarkan dosis yang dianjurkan - Campur obat dengan pakan menggunakan binder secukupnya, biarkan mengering. Siap diberikan Indikasi : - Meningkatkan daya tahan tubuh ikan dan udang - Mengatasi stress pada ikan dan udang akibat penurunan salinitas, ...

Saponin, Pembasmi Hama Udang

Saponin adalah glikosida, yaitu metabolit sekunder yang banyak terdapat di alam, terdiri dari gugus gula yang berikatan dengan aglikon atau sapogenin. Senyawa ini bersifat racun bagi binatang berdarah dingin. Oleh karena itu dapat digunakan untuk pembasmi hama tertentu. Dengan berkembangnya tambak udang di Indonesia, saponin biji teh menunjukkan peranannya yang cukup penting sebagai pembasmi hama udang. Kandungan sapotin pada biji the adalah 20 % (crude). SIFAT-SIFAT SAPONIN 1. Berasa pahit. 2. Berbusa dalam air. 3. Mempunyai sifat detergen yang baik. 4. Beracun bagi binatang berdarah dingin. 5. Mempunyai aktivitas haemolisis, merusak sel darah merah. 6. Tidak beracun bagi binatang berdarah panas. 7. Mempunyai sifat anti eksudatif. 8. Mempunyai sifat anti inflamatori 9. Mempunyai aplikasi yang baik dalam preparasi film fotografi. PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI Berdasarkan sifat-sifat tersebut, senyawa saponin mempunyai kegunaan yang sangat luas, antara lain: 1. Pem...

Renungan Sisi Tambak

eumh,,, Untung ku tak diciptakan menjadi sebuah kincir yang tanpa henti selama satu siklus terus berjalan memenuhi kebutuhan pembudidaya. Untung ku tak diciptakan menjadi seekor udang yang sengaja dihasilkan dan dibesarkan untuk akhirnya dikonsumsi orang-orang. Untung ku tak dicitakan menjadi tiang listrik yang dikala hujan maupun panas selalu harus siaga menopang kabel. Untung ku tak diciptakan menjadi rumput yang selalu terinjak dan keberadaannya tak diinginkan. Hmmmm ... Thank's God

mk. Pengmbangan masyarakat pedesaan

PRETEST Hari/ tanggal : Kamis, 7 April 2011 Nama : Nita Siti Farida Kelas : P3IKN/ P2 Soal: 1. Apakah Anda tahu tentang pengembangan masyarakat? Ya, cukup tahu. Bagaimanapun istilah yang diperkenalkan sudah cukup meluas di masyarakat sendiri ataupun malah untuk mahasiswa [yang notabene banyak yang terjun kedalam dunia sosial dan bertindak sebagai aktivis sosial]. Pengembangan masyarakat merupakan istilah untuk (biasanya dalam sebuah program) mengembangkan atau lebih menguatkan segala yang ada dalam masyarakat itu tentunya dalam dan untuk sisi positif. Bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Program yang dibuat mengenai “pengembangan masyarakat ” ini tentulah sangat banyak dan lembaga yang terkait pun tak hanya pemerintah. Oleh karena itu, saya pribadi salut dengan semua program yang dibuat untuk tujuan mengembangkan potensi dan segala sesuatu yang ada di dalam masyarakat itu. Namun haruslah pula memikirkan mengenai penerapan, keteraturan, dan sistem...

Ikan Terkecil di Dunia Ditemukan di Sumatera

Image
PARIS - Ilmuwan Eropa dan Singapura Rabu kemarin mengumumkan penemuan spesies ikan yang diyakini sebagai ikan terkecil di dunia. Ikan dengan nama ilmiah paedocypris progenetica ini ditemukan di lahan gambut Sumatera. Tubuh ikan dewasa ini hanya sebesar nyamuk. Paedocypris progenetica masih satu keluarga dengan ikan gurame. Para penemu ikan ini mempublikasikan temuan itu dalam jurnal ilmiah Proceedings terbitan Inggris. Ikan dengan tubuh transparan itu hidup di lahan gambut yang berkadar asam tinggi di Sumatera. Lahan gambut, yang sering pula disebut sebagai rawa ''air hitam'' itu berkadar asam luar biasa tinggi. Kadar pH air lahan gambut ini hanya sampai ph3, kira-kira seasam apel kecut. Para ilmuwan harus mengamati hewan ini dengan mikroskop stereoskopik khusus untuk bisa mengukur panjang ikan secara akurat. Ikan dewasa terkecil yang berhasil ditangkap adalah Paedocypris progenetica betina. Panjang dari ujung mulut hingga ujung ekor hanya 7,9 mm. Jadi, selain seb...

Pengawasan Residu Obat untuk Tembus Pasar Luar Negeri

Wednesday, 03 November 2010 17:21 Boleh jadi saat ini adalah eranya perdagangan bebas. Tetapi hal itu tak serta merta membuat setiap negara bebas menjual produknya ke negara lain. Faktanya, justru kian banyak persyaratan dan peraturan yang harus dipenuhi untuk bisa menjual produk ke luar negeri. Diantaranya persyaratan keamanan pangan yang diterapkan Uni Eropa (UE) dalam CD:96/23/EC untuk produk perikanan. Peraturan tersebut menyatakan bahwa setiap produk perikanan (udang/ikan) yang diekspor ke UE harus bebas dari kandungan residu obat-obatan ikan. Tak hanya UE, bahkan Jepang juga mulai ikut-ikutan menerapkan aturan serupa bagi produk-produk perikanan yang akan diekspor ke negaranya. Karena alasan inilah maka Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) tentang penggunaan obat-obatan di lapangan. Tujuannya untuk melihat kandungan residu obat ikan atau bahan kimia dalam udang dan ikan. Dalam jangka panjang diharapkan bisa menghasilkan produk bu...

PELUANG BUDIDAYA IKAN HIAS INDONESIA

Ikan hias terkenal sebagai komoditas budidaya yang potensial untuk bisnis ekspor. Fenomena pasar bebas semakin menggairahkan pasar ikan hias internasional. Peluang ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia. Berikut adalah peluang-peluang tersebut. 1. Sifat Bisnis Ikan Hias yang Fleksibel dan Menguntungkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan, Drs Ade Soeharsono SH, MM mengatakan bahwa sifat bisnis ikan hias sangat fleksibel dimana bisa dilakukan sebagai pekerjaan sambilan, bisa pula dilakukan sebagai pekerjaan utama.1 Tak jarang beberapa petani yang semula menekuni budi daya ikan konsumsi seperti ikan lele, ikan nila, gurame dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias. Semua itu dilakukan karena potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi, budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias ...

FITOPLANKTON ALTERNATIF Cocolite sp., PACU PRODUKSI BENIH KERAPU BEBEK

Tuesday, 22 February 2011 08:56 Penggunaan Cocolite sp. Sebagai Fitoplankton Alternatif dalam Pemeliharaan Larva Kerapu Bebek Dapat Meningkatkan Produksi Benih Sehingga Mampu Turut Serta dalam Mendukung Peningkatan Target Produksi di Tahun 2015 dan Berusaha Memenuhi Permintaan Kerapu Bebek di Pasar Internasional. Chlorella sp. merupakan salah satu jenis fitoplankton yang digunakan dalam pemeliharaan larva kerapu bebek (Cromileptes altivelis) sebagai peneduh atau penyangga kualitas air. Secara umum diketahui bahwa produksi massal fitoplankton termasuk Chlorella sp. tergantung pada kondiisi alam termasuk sinar matahari (keadaan cuaca). Di BBL Ambon ketersediaan fitoplankton jenis Chlorella sp. pada musim penghujan tidak stabil sehingga kontinuitas penyediaan fitoplankton menjadi tidak menentu. Akibat dari ketidakstabilan fitoplankton tersebut berpengaruh terhadap pemeliharaan larva kerapu bebek (C. altivelis). Salah satu upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan fito...

TEKNIK DESINFEKSI

Keberhasilan suatu usaha budidaya ikan tidak terlepas dari masalah penyakit dan parasit ikan. Meskipun jarang terjadi pada kolam-kolam yang terawat dengan baik, wabah penyakit dan parasit yang menyerang ikan dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani ikan karena sering menyebabkan kematian ikan secara massal. Sebenarnya kerugian yang timbul karena adanya serangan penyakit dan parasit dapat dihindari dengan pengelolaan koiam secara baik. Ada pun teknik yang telah di pelajari untuk membersihkan wadah sebelum pemeliharaan dengan cara Teknik desinfeksi ini yang bertujuan agar parasit, virus maupun bakteri yang terdapat dalam wadah budidaya yang akan kita gunakan hilang atau mati. Pada teknik desinfeksi ini digunakan bahan kimia/desinfektan berupa formalin dan klorin (dosis: ) dengan langkah-langkah atau prosedur sebagai berikut.  Langkah yang pertama dilakukan yaitu bak atau wadah budidaya yang akan kita gunakan diukur terlebih dahulu untuk mengetahui jumlah volume air dalam wadah ter...

Chaetoceros

Pakan alami yang digunakan adalah Chaetoceros sp. dan dikultur pada skala intermediet atau massal. Bahan yang dibutuhkan untuk kultur tersebut diantaranya pupuk NPK (20 mg/L) dan silikat (0,05 mg/L). Sebelum dilakukan kultur, wadah yang digunakan harus didesinfeksi terlebih dahulu menggunakan klorin dengan dosis 20 mg/L. Pada praktikum, wadah yang digunakan sebanyak 2 buah (aqua galon). Volume air yang untuk desinfeksi sebanyak 8 liter, sementara bahan yang digunakan untuk desinfeksi adalah bayclin yang mempunyai kandungan klorin sebanyak 5,25%. Jadi untuk menghasilkan 20 mg/L klorin murni dapat diperhitungkan sebagai berikut. Cat: Bayclin mempunyai kandungan klorin sebanyak 5,25% dalam bentuk natrium hipoklorit, artinya mengandung 5,25 gram klorin dalam 100 mL bayclin. Jadi, untuk menghasilkan per 1 liter dibutuhkan bayclin sebanyak 52,5 gram/L atau 52,5 x 103 mg/L. Maka, perhitungan untuk pemberian bayclin (desinfeksi) pada wadah adalah sebagai berikut.  untuk 1 wadah kultur ...

ARTEMIA

 Deskripsi Artemia merupakan pakan alami yang sangat penting dalam pembenihan ikan laut, krustacea, ikan konsumsi air tawar dan ikan hias air tawar karena ukurannya yang sangat kecil. Disamping, ukurannya yang sangat kecil, nilai gizi Artemia juga sangat tinggi dan sesuai dengan kebutuhan gizi untuk larva ikan dan krustacea yang tumbuh dengan sangat cepat. Sampai saat ini Artemia sebagai pakan alami tidak dapat digantikanoleh pakan lainnya. Artemia biasanya diperjual belikan dalam bentuk kista/cyste, sehingga sebagai pakan alami Artemia merupakan pakan yang paling mudah dan praktis, karena hanya tinggl menetaskan kista saja. Akan tetapi, menetaskan kista Artemia bukan suatu hal yang dapat begitu saja dapat dilakukan oleh setiaporang. Sebab membutuhkan suatu keterampilan dan pengetahuan tentang hal itu sendiri. Kegagalan dalam menetaskan kista Artemia berakibat fatal terhadap larva ikan yang sedang dipelihara.  Persiapan Wadah dan Media Penetasan Artemia dapat dilakukan dengan wa...

LAPORAN PRAKTIKUM IKAN HIAS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan akuarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dapat dilihat data permintaan ikan hias di daerah Bogor, Jawa Barat pada tahun 2009 yang mencapai ±3 juta ekor dari tahun sebelumnya yaitu ±1,8 juta ekor. Selain itu permintaaan ikan hias untuk ekspor pun terus mengalami peningkatan. Hal ini sesuai dengan data pasar ikan hias di Kota Bogor. Pemkot Bogor mencatat permintaan ikan hias dari mancanegara rata-rata mencapai 200.000 ekor setiap bulannya. Ikan molly termasuk salah satu ikan yang permintaannya cukup tinggi, yaitu sekitar 20% dari jumlah tersebut. (Bambang dalam http://bataviase.co.id/node/142884 18 Juli 2010 jam 06.06). Dari data diatas dapat kita simpulkan bahwa budidaya ikan hias merupakan hal yang dapat menjembatani seorang pembudidaya untuk meraih keuntungan. Salah satu kegiatan budidaya adalah ke...