Chaetoceros

Pakan alami yang digunakan adalah Chaetoceros sp. dan dikultur pada skala intermediet atau massal. Bahan yang dibutuhkan untuk kultur tersebut diantaranya pupuk NPK (20 mg/L) dan silikat (0,05 mg/L).
Sebelum dilakukan kultur, wadah yang digunakan harus didesinfeksi terlebih dahulu menggunakan klorin dengan dosis 20 mg/L. Pada praktikum, wadah yang digunakan sebanyak 2 buah (aqua galon). Volume air yang untuk desinfeksi sebanyak 8 liter, sementara bahan yang digunakan untuk desinfeksi adalah bayclin yang mempunyai kandungan klorin sebanyak 5,25%. Jadi untuk menghasilkan 20 mg/L klorin murni dapat diperhitungkan sebagai berikut.

Cat: Bayclin mempunyai kandungan klorin sebanyak 5,25% dalam bentuk natrium hipoklorit, artinya mengandung 5,25 gram klorin dalam 100 mL bayclin. Jadi, untuk menghasilkan per 1 liter dibutuhkan bayclin sebanyak 52,5 gram/L atau 52,5 x 103 mg/L.
Maka, perhitungan untuk pemberian bayclin (desinfeksi) pada wadah adalah sebagai berikut.  untuk 1 wadah kultur

N1 x V1 = N2 x V2
(52,5 mg/L) x ? = 20 mg/L x 8 L
? = 20 x 8 L/ 52,5
? = 0,003,8 L = 3,8 mL

Ket: N1 = jumlah klorin yang dibutuhkan per liter bayclin
V1 = volume bayclin yang perlu ditambahkan pada air kultur
N2 = dosis pemberian klorin untuk desinfeksi
V2 = volume air yang digunakan untuk desinfeksi
Jadi, untuk masing-masing aqua atau wadah kultur, kita membutuhkan 3,8 mL bayclin.
Prosedur pemakaian:
Bayclin dilarutkan kedalam air yang akan digunakan, diaduk rata kemudian diaerasi selama 10 menit. Setelah itu aerasi dimatikan dan dibiarkan selam 12-24 jam (agar desinfeksinya bekerja). Setelah itu diaerasi kembali dan ditambahkan thiosulfat untuk menetralisasi klorin. Dosis thiosulfat ini adalah 7,4 kali dosis klorin.

Cara pemupukan:
Ditimbang terlebih dahulu pupuk yang kita butuhkan untuk kultur. Pupuk yang digunakan adalah pupuk NPK dan silikan dngan masing-masing dosis adalah 20 ppm dan 0,05 ppm. chaetoceros yang akan kita kultur sebanyak 15 liter, maka kebutuhan masing-masing pupuk adalah sebgai berikut.
NPK : 20 mg/L x 15 L = 300 mg
Silikat: 0,05 mg/L x 15 L = 0,75 mg
Masing-masing pupuk tersebut dicampur dengan air dan diaduk secara merata agar homogen. Setelah itu, kedua larutan pupuk tersebut ditebar padawadah kultur yang akan kita gunakan (setelah disesinfeksi). Diaduk secara merata, kemudian ditunggu kurang lebih 5 menit ditambahkan 7 L air yang telah diberikan inokulas Chaetocerosnya.

Perhitungan Chaetoceros:
Kepadatan Chaetoseros dapat dilihat menggunakan alat yaitu haemacetometer. Alat ini berbentuk persegi panjang dan mempunyai garis-garis yang sangat halus untuk memudahkan perhitungan di bawah mikroskop.

Comments

Popular posts from this blog

LAPORAN PRAKTIKUM IKAN HIAS

DAFTAR BAHAN-BAHAN YANG DIGUNAKAN SAAT BUDIDAYA UDANG

ARTEMIA